Virus Nipah Tewaskan Sejumlah Orang, India Selatan Dilanda Kepanikan

Virus Nipah

Kepanikan kini melanda India bagian selatan. Penyebabnya adalah virus nipah, si pencabut nyawa penunggang kelelawar buah yang kini bergentayangan di seluruh negara Asia.

Disebutkan, virus nipah ditakuti sebab setiap orang yang sudah terjangkit maka itu berarti tingkat kematiannya mencapai 70 persen.

Tragedi terbaru adalah tewasnya tiga orang di India bagian selatan. Begitu kata pejabat setempat pada Senin (21/5). Delapan kematian lainnya terjadi di negara bagian Kerala, saat ini sedang diselidiki untuk kemungkinan kaitan dengan virus Nipah.



“Pemerintah menerima empat sampel, di mana tiga kematian adalah karena Nipah,” kata sekretaris kesehatan Kerala Rajeev Sadanandan kepada AFP. Para korban meninggal di distrik Calicut.

Sadanandan mengatakan penyebab kematian yang mencurigakan lainnya hanya bisa dikonfirmasi setelah melalui tes.

“Kami telah mengirim sampel darah dan cairan tubuh dari semua kasus yang dicurigai untuk konfirmasi. Ini akan memakan waktu 24-48 jam untuk mendapatkan hasilnya.”

Menteri kesehatan India bergegas mengirim ahli medis setelah politisi lokal melaporkan bahwa penduduk di distrik Calicut dilanda kepantikan.

Tim, “memulai langkah-langkah yang diperlukan untuk menanggulangi penyakit ini”, begitu tulis J.P. Nadda di Twitter.

Di Kerala, warga mengatakan kepada media setempat bahwa anggota keluarganya meninggal setelah memakan buah yang diambil dari sebuah kompleks yang menjadi sarang kelelawar itu.

Nipah menginduksi gejala mirip flu yang sering menyebabkan ensefalitis dan koma. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kelelawar buah dianggap sebagai pembawa utama dari virus itu. Babi adalah inang virus, hanya saja diyakini sumbernya dari kelelawar.

Nipah pertama kali diidentifikasi di Malaysia pada 1998. Kemudian menyebar ke Singapura dan lebih dari 100 orang tewas di kedua tempat itu.

Di India penyakit ini pertama kali dilaporkan pada 2001. Enam tahun kemudian wabah ini muncul lagi dengan kematian mencapai 50 orang.

Penyakit ini dilaporkan menyerang warga yang bermukim di negara bagian timur Bengal Barat yang berbatasan dengan Bangladesh.

Bangladesh telah menanggung beban penyakit, dengan lebih dari 100 orang meninggal akibat Nipah sejak wabah pertama dilaporkan di sana pada 2001.

Di Bangladesh pada 2004, manusia menjadi terinfeksi Nipah akibat mengkonsumsi getah kurma yang telah terkontaminasi oleh kelelawar buah yang terinfeksi.



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*